RISKS.ID – Operasi pencarian besar-besaran tengah dilakukan oleh tim SAR gabungan di kawasan perairan Selat Sunda.
Langkah ini menyusul insiden hilang kontaknya lima orang jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Rombongan jurnalis tersebut dilaporkan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, dengan menyewa kapal cepat (speedboat).
Komunikasi terakhir terputus tak lama setelah kapal mulai mendekati zona perairan sekitar gunung api aktif tersebut.
Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengonfirmasi bahwa berdasarkan penelusuran riwayat perjalanan, rombongan sempat memberi kabar kepada rekan wartawan lain di Lampung sebelum sinyal hilang total.
“Informasi yang kami dapatkan setelah kami gali dari seorang istri guide yang ikut serta di speedboat tersebut, pada pukul 18.13 WIB kemarin itu mereka sudah di posisi sekitar Gunung Anak Krakatau,” terang Al Amrad saat memberikan keterangan resmi terkait perkembangan operasi SAR.
Upaya penyisiran sejauh ini telah memfokuskan titik pencarian di seputar perairan Pulau Krakatau hingga Pulau Panjang. Namun, kondisi cuaca dan jarak pandang di lokasi sempat menjadi tantangan utama tim pencari di lapangan.
Pihak Basarnas memastikan penyisiran akan terus dilanjutkan dengan memperluas radius pencarian guna menemukan keberadaan seluruh kru kapal dan wartawan yang terdampak insiden tersebut.






