RISKS.ID – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumbuh solid hingga mencapai Rp 51,78 triliun per November 2025. Capaian tersebut disertai rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM) sebesar 33,91 persen, atau berada di atas ketentuan yang ditetapkan regulator.
BSI mencatat jumlah pelaku UMKM yang dibiayai perseroan telah mencapai lebih dari 349.710 nasabah. Perseroan menilai hal ini mencerminkan pertumbuhan pembiayaan UMKM yang positif dan berkelanjutan, terutama di sektor perdagangan besar dan eceran, pertanian dan kehutanan, jasa kesehatan, makanan dan minuman halal, serta pengelolaan halal value chain.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan, capaian tersebut turut didorong oleh berbagai stimulus ekonomi dan kebijakan pemerintah yang berpihak kepada masyarakat.
“Capaian ini tentu juga didorong oleh berbagai stimulus ekonomi dan kebijakan pemerintah yang pro-kerakyatan yang memberikan angin segar bagi bisnis UMKM,” ujar Erwan dalam keterangannya persenya, Kamis (15/01/2026).
Ia menyebutkan sejumlah kebijakan pemerintah yang mendukung pertumbuhan UMKM, di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyaluran pembiayaan UMKM bersubsidi melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah, peningkatan kapasitas UMKM melalui pelatihan, hingga fasilitasi sertifikasi halal.
Erwan menambahkan, pertumbuhan pembiayaan UMKM BSI sepanjang 2025 secara tahunan (year on year/yoy) tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, penguatan proses bisnis, serta fokus pada pengembangan ekosistem halal.
Meski dihadapkan pada tantangan makroekonomi global dan penyesuaian daya beli masyarakat yang berdampak pada perlambatan di beberapa subsektor, BSI mencatat segmen UMKM masih menunjukkan daya tahan yang baik dengan kualitas pembiayaan yang terjaga.
Menurut Erwan, segmen UMKM menjadi salah satu pintu masuk awal pembiayaan ritel yang potensial apabila nasabah dibina dan didampingi secara tepat, mulai dari akses pembiayaan, pendampingan berkelanjutan, sertifikasi halal, hingga perluasan akses pasar.
“Sinergi antara perbankan, pemerintah, dan off-taker menjadi kunci agar UMKM bisa naik kelas,” kata dia.
Sebagai bentuk pendampingan konkret, BSI telah menghadirkan UMKM Center di berbagai kota di Indonesia untuk mendukung pelaku usaha dari hulu hingga hilir.
“Kami optimistis dengan strategi yang tepat dan dukungan regulasi yang kuat, segmen UMKM akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi syariah nasional pada 2026,” ujar Erwan.






