BPOM Rilis e-MESO 2.0 untuk Laporan Efek Obat

Foto Ilustrasi

RISKS.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meluncurkan versi terbaru aplikasi e-MESO sebagai langkah memperkuat sistem pengawasan keamanan obat di Indonesia. Melalui pembaruan ini, BPOM mendorong partisipasi masyarakat agar pelaporan efek samping obat tidak lagi terbatas pada tenaga kesehatan.

Kehadiran platform ini tidak lepas dari meningkatnya perhatian global terhadap risiko penggunaan obat. Data internasional menunjukkan tingginya angka kejadian efek samping yang berdampak serius, sehingga menjadi peringatan bagi berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk memperbaiki sistem pemantauan.

Bacaan Lainnya

Kepala BPOM Taruna Ikrar menekankan pentingnya ketersediaan data nasional yang akurat. “Kita belum memiliki data yang kuat terkait efek samping obat di Indonesia. Ini yang harus kita bangun bersama agar bisa dilakukan pencegahan lebih dini,” ujarnya.

Selama ini, proses pelaporan dinilai belum optimal karena bergantung pada tenaga medis yang memiliki keterbatasan waktu. Dengan e-MESO versi terbaru, masyarakat kini dapat langsung menyampaikan laporan secara lebih praktis tanpa melalui prosedur yang rumit.

BPOM berharap sistem ini mampu meningkatkan kualitas pengawasan obat sekaligus mendukung pengambilan kebijakan berbasis data. “Laporan dari masyarakat akan sangat membantu dalam evaluasi keamanan obat dan perlindungan pasien,” kata Taruna, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam sistem farmakovigilans nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *