RISKS.ID – PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo memperkuat perannya dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Hingga Semester I 2026, volume penjaminan perusahaan mencapai Rp157,30 triliun dan telah mendukung sekitar 2,28 juta pelaku usaha.
Kinerja tersebut berjalan seiring dengan penguatan fundamental perusahaan. Jamkrindo mencatat laba sebelum pajak Rp743,23 miliar, naik 34,70 persen dibandingkan Semester I 2025 yang sebesar Rp551,76 miliar.
Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari mengatakan transformasi menjadi salah satu strategi utama perusahaan dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis.
“Transformasi menjadi fondasi bagi Jamkrindo untuk memperkuat kapabilitas organisasi, meningkatkan kinerja perusahaan, serta menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Abdul Bari.
Transformasi dilakukan melalui penguatan bisnis, sumber daya manusia, operasional, serta sistem dan teknologi. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat kualitas layanan penjaminan.
Di sisi lain, imbal jasa penjaminan bersih mencapai Rp3,16 triliun. Total aset perusahaan tercatat Rp29,83 triliun dengan ekuitas Rp13,90 triliun.
Jamkrindo juga terus mendukung penguatan industri penjaminan dalam ekosistem Holding Indonesia Financial Group (IFG). Perusahaan menargetkan layanan yang semakin inovatif agar akses pembiayaan UMKM dapat terus diperluas.






