RISKS.ID – Capaian kinerja positif yang diraih sepanjang tahun 2026 menjadi pijakan kokoh bagi Kementerian Keuangan dalam merancang arah kebijakan anggaran tahun mendatang.
Guna memastikan keberlanjutan stabilitas fiskal serta mendorong percepatan transformasi ekonomi nasional, Kementerian Keuangan mengajukan usulan pagu anggaran sebesar Rp49,80 triliun untuk Rencana Kerja Tahun Anggaran 2027.
Alokasi anggaran tersebut akan dimaksimalkan untuk mengawal lima program utama yang sejalan dengan Program Kerja Prioritas Nasional.
Fokus penguatan mencakup penataan kebijakan fiskal, optimalisasi penerimaan negara, efisiensi belanja, tata kelola perbendaharaan dan risiko, hingga penguatan sistem dukungan manajemen internal.
Dikutip dari kemenkeu.go.id, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa perbaikan tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan terus dilakukan secara komprehensif.
Langkah ini diimbangi dengan akselerasi belanja yang memiliki dampak berganda terhadap perekonomian serta menjaga batas defisit anggaran tetap aman.
“Capaian kinerja Kementerian Keuangan tahun 2026 yang positif menjadi fondasi dalam penyusunan Rencana Kerja Tahun 2027. Perbaikan pengelolaan APBN akan terus dilakukan melalui reformasi sistem perpajakan dan bea cukai, percepatan belanja dengan fokus pada program yang memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan dan kesejahteraan, serta menjaga defisit dan utang dalam batas aman,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta.
Dalam pelaksanaannya, optimalisasi penerimaan negara difokuskan pada penguatan pengawasan pabean, integrasi sistem logistik ekspor-impor, serta sentralisasi layanan perpajakan.
Sementara pada sektor belanja, modernisasi sistem penganggaran terus diperkuat untuk memperkokoh hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah.
Penguatan infrastruktur teknologi informasi juga menjadi perhatian mendasar melalui pengembangan sistem digital seperti Core Tax System, Smart Customs and Excise System, hingga efisiensi proses bisnis internal.
Seluruh rangkaian strategi ini disiapkan agar APBN mampu menjalankan fungsinya secara optimal dalam menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah dinamika global.






