Chandra Asri Raih Laba Bersih Rp27,51 Triliun di Kuartal III

chandra asri
Karyawan Chandra Asri. Foto: Chandra Asri

RISKS.ID – Perusahaan petrokimia milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan laba bersih senilai 1,65 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp27,51 triliun (kurs Jisdor Rp16.640 per USD) pada kuartal III-2025.

Kinerja perseroan berbalik positif dibandingkan catatan rugi bersih senilai USD58,5 juta pada periode sama tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Kami dengan bangga melaporkan kinerja luar biasa pada sembilan bulan pertama tahun ini, yang menandai babak penting dalam transformasi Chandra Asri Group menuju pemimpin regional di sektor energi, kimia dan infrastruktur,” ujar Direktur dan Chief Financial Officer TPIA Andre Khor dalam keterbukaan informasi di BEI Jakarta, Jumat.

Seiring momentum ini, perseroan mengumumkan pembagian dividen interim sebesar 20 juta dolar AS untuk tahun buku 2025, yang menegaskan komitmen perseroan menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham.

“Seiring dengan perjalanan kami untuk membangun platform energi, kimia dan infrastruktur terintegrasi di Asia Tenggara,” ujar Andre.

Pendapatan bersih perseroan tercatat senilai USD 5,10 miliar pada kuartal III-2025, atau tumbuh 314,3 persen year on year (yoy) dibandingkan senilai USD1,23 juta pada periode sama tahun sebelumnya.

Pendapatan perseroan dikontribusikan dari segmen kilang senilai USD2,30 miliar, kemudian segmen kimia senilai USD2,69 miliar, dan segmen infrastruktur senilai USD98,9 juta.

Per kuartal III-2025, perseroan telah merealisasikan capital expenditure (capex) atau belanja modal senilai USD355,5 juta, dibandingkan realisasi senilai USD277,3 juta pada periode sama tahun sebelumnya.

Sepanjang tahun ini, Chandra Asri Group terus memperkuat tiga pilar utama di sektor utama perseroan yaitu energi, kimia dan infrastruktur.

Di sektor energi, perseroan memperluas kehadiran regional melalui penandatanganan perjanjian jual beli (Sales Purchase Agreement) terkait akuisisi jaringan stasiun layanan ritel merek Esso milik ExxonMobil di Singapura melalui special purpose vehicle di bawah anak usaha yang dimiliki sepenuhnya.

“Aksi strategis ini memperkuat visi Group untuk membangun infrastruktur energi terintegrasi di kawasan Asia Tenggara, melanjutkan ekspansi sebelumnya melalui Aster Chemicals & Energy Pte. Ltd. (Aster),” ujar Andre.

Di sektor kimia, pembangunan pabrik Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon telah mencapai progres konstruksi sebesar 33 persen.

Setelah beroperasi, pabrik ini akan meningkatkan kemandirian industri kimia Indonesia, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan potensi penghematan hingga Rp10 triliun per tahun, sehingga menegaskan peran Chandra Asri Group dalam memperkuat industri hilir nasional.

“Penyelesaian akuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals juga telah terlaksana dengan lancar dan secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan nilai Group,” ujar Andre.

Di sektor infrastruktur, Chandra Asri Group memperkuat portofolio solusi infrastruktur terintegrasi melalui anak perusahaan, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).

Setelah sukses menggelar IPO, CDIA terus mengembangkan portofolio logistik dan energi terbarukan dengan menambah dua kapal kimia baru dan 20 truk baru, serta meningkatkan kepemilikan di PT Chandra Shipping International dan PT Marina Indah Maritim, serta memperluas portofolio tenaga surya menjadi 11 MWp, memperkokoh posisinya sebagai pemimpin solusi infrastruktur terintegrasi.

Per kuartal III-2025, total aset perseroan tercatat senilai USD10,97 miliar, atau tumbuh 93,7 persen year to date (ytd) dibandingkan senilai USD5,66 miliar. Aset perseroan terdiri dari jumlah liabilitas senilai USD5,99 miliar, dan ekuitas senilai USD4,97 miliar per kuartal III-2025.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *