RISKS.ID – Pemerintah mulai membidik pembangunan jaringan kereta api sepanjang 2.772 kilometer di Pulau Kalimantan. Proyek ini disiapkan untuk memperkuat konektivitas sekaligus mendukung distribusi logistik di wilayah kaya sumber daya alam tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyebut rencana tersebut masih dalam tahap perhitungan dan perencanaan matang oleh pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (23/4/2026).
“Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang,” kata dia.
Dia menjelaskan, pemerintah akan membentuk komite lintas kementerian dan lembaga untuk mengakomodasi berbagai masukan sekaligus menyempurnakan perencanaan jaringan perkeretaapian nasional.
Menurut dia, komite tersebut juga akan berperan dalam penyempurnaan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) agar selaras dengan kebutuhan pembangunan di Kalimantan.
Saat ini, Kalimantan diketahui belum memiliki jaringan kereta api. Dengan demikian, panjang jalur rel di wilayah tersebut masih tercatat nol kilometer.
Padahal, Kalimantan memiliki potensi sumber daya alam yang besar, termasuk sektor mineral. Kondisi ini dinilai membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi yang memadai untuk mempercepat distribusi.
Dia menilai pembangunan jalur kereta api akan membuka konektivitas antarprovinsi di Kalimantan, mulai dari wilayah utara, timur, selatan, tengah hingga barat.
Selain itu, keberadaan moda transportasi ini diyakini dapat meningkatkan efisiensi distribusi logistik, khususnya untuk komoditas sumber daya alam yang selama ini bergantung pada moda lain.
“Pembangunan ini juga berpotensi mempercepat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah komoditas,” ujar dia.
Meski demikian, pemerintah belum menetapkan target waktu pembangunan maupun rute yang akan dikembangkan. Proyek tersebut masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian dan lembaga sebelum masuk ke tahap implementasi.






