KMP Mamberamo Foja Kembali Berlayar, ASDP Perkuat Akses Wilayah 3TP Papua

RISKS.IDPT ASDP Indonesia Ferry kembali mengoperasikan KMP Mamberamo Foja untuk memperkuat konektivitas wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) di Papua. Langkah ini dilakukan guna memastikan mobilitas masyarakat serta distribusi logistik tetap berjalan lancar.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan pengoperasian kembali kapal tersebut dilakukan setelah sempat tertahan akibat cuaca buruk pada Jumat (10/4/2026).

Bacaan Lainnya

“ASDP resmi mengoperasikan kembali KMP Mamberamo Foja setelah sebelumnya tertahan cuaca buruk. Bagi masyarakat di wilayah 3TP, kapal bukan sekadar moda transportasi, melainkan penghubung harapan,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/4/2026).

Dia menegaskan, kapal penyeberangan tidak hanya menyediakan layanan transportasi, tetapi juga membuka akses ke pasar, layanan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Menurut dia, operasional kembali kapal tersebut bukan sekadar aktivitas pelayaran, melainkan upaya memastikan kehidupan masyarakat di wilayah terpencil tetap berjalan.

“Ini bukan hanya tentang mobilitas, tetapi juga menjaga akses ekonomi, distribusi logistik, dan membuka peluang pariwisata, khususnya di wilayah timur Indonesia,” ujar dia.

KMP Mamberamo Foja melayani dua lintasan utama, yakni Biak–Teba–Bagusa–Trimuris–Kasonaweja dan Biak–Bromsi. Sepanjang April 2026, rute Biak–Teba–Kasonaweja dioperasikan secara berkelanjutan dengan jadwal keberangkatan sore dari Biak, kemudian dilanjutkan ke Bagusa, Trimuris, hingga Kasonaweja dengan variasi waktu pagi, siang, dan sore.

Pola serupa juga diterapkan untuk perjalanan sebaliknya guna menjaga kesinambungan layanan. Sementara itu, lintasan Biak–Bromsi dijalankan secara berkala dengan jadwal fleksibel, terutama akhir pekan hingga awal pekan.

“Seluruh operasional dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan serta mempertimbangkan kondisi cuaca, demi menjamin layanan yang andal dan berkelanjutan,” jelas dia.

General Manager ASDP Cabang Biak, Windra Soelistiawan, menambahkan kapal tersebut memiliki kapasitas 67 penumpang dan tujuh unit kendaraan.

“Kehadiran kapal ini memberi dampak nyata. Mobilitas masyarakat kembali lancar, distribusi logistik terjaga, dan aktivitas ekonomi mulai bergerak kembali,” ungkap dia.

Dia menjelaskan konektivitas antarwilayah tersebut turut menggerakkan ekonomi lokal. Biak dan Teba dikenal sebagai penghasil hasil laut, Bagusa dan Trimuris sebagai sentra sagu, Kasonaweja dengan potensi perikanan dan padi, serta Bromsi sebagai daerah penghasil ubi jalar.

Dengan terhubungnya wilayah-wilayah tersebut, distribusi komoditas menjadi lebih efisien sekaligus meningkatkan nilai tambah. Selain itu, peluang pengembangan sektor pariwisata juga semakin terbuka.

Sepanjang 2025, KMP Mamberamo Foja tercatat melayani 13.083 penumpang, 282 kendaraan campuran, serta mengangkut sekitar 5.730 ton muatan curah. Capaian ini menegaskan peran strategis kapal tersebut sebagai penghubung utama di wilayah 3TP.

ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, andal, dan berkelanjutan hingga ke pelosok negeri.

“Karena di setiap perjalanan, ada kehidupan yang terus bergerak,” tutup dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *