RISKS.ID – Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai daerah dengan target penyelesaian pada 20 Juni 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan percepatan pembangunan dilakukan untuk memastikan fasilitas pendidikan dapat segera dimanfaatkan masyarakat dengan kualitas yang tetap terjaga.
“Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (13/5).
Untuk mengejar target tersebut, Kementerian PU membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan yang melibatkan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, serta berbagai pihak terkait dalam pelaksanaan proyek.
Selain itu, kementerian juga meminta seluruh penyedia jasa konstruksi dan BUMN pelaksana memastikan langkah percepatan berjalan optimal di setiap lokasi pembangunan.
Kontrak pelaksanaan proyek pun telah disesuaikan dengan target penyelesaian pembangunan yang ditetapkan pada 20 Juni 2026.
Seiring percepatan di lapangan, progres pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II terus menunjukkan peningkatan. Hingga 7 Mei 2026, rata-rata progres fisik pembangunan tercatat mencapai 45,91 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan capaian 1 Mei 2026 yang berada di level 40,27 persen.
Beberapa daerah bahkan mencatat progres signifikan. Kota Medan menjadi lokasi dengan progres tertinggi sebesar 64,48 persen, disusul Kabupaten Sragen 63,22 persen, Kota Bengkulu 62,17 persen, Kabupaten Ogan Ilir 62,07 persen, dan Kota Makassar 62,04 persen.
Untuk mempercepat pembangunan, berbagai strategi diterapkan di lapangan. Mulai dari pengerjaan seluruh bangunan secara paralel, penambahan tenaga kerja, penerapan kerja lembur, percepatan mobilisasi material, hingga penambahan alat konstruksi seperti crane, alat pancang, excavator, dan mobile batching plant.
Kementerian PU juga melakukan penyesuaian metode konstruksi agar proses pembangunan lebih cepat. Langkah tersebut di antaranya menggunakan struktur baja pada beberapa bagian bangunan, metal deck dan wire mesh, hingga teknologi hollow core slab pada plat lantai.
Sekolah Rakyat Tahap II dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disiapkan pemerintah daerah.
Setiap kawasan sekolah dirancang menjadi pusat pendidikan terpadu mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA. Fasilitas yang disiapkan meliputi ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, asrama siswa dan guru, hingga fasilitas penunjang seperti kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, ruang ekstrakurikuler, dan ruang terbuka hijau.
Kementerian PU juga terus mendorong penyelesaian berbagai kendala teknis di lapangan, mulai dari akses konstruksi, mobilisasi material, hingga kesiapan infrastruktur pendukung agar seluruh proyek dapat selesai sesuai target.






