RISKS.ID – Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengonfirmasi penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), perusahaan baru bentukan pemerintah yang akan mengelola ekspor sejumlah komoditas sumber daya alam (SDA).
Kepastian itu disampaikan Rosan usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (21/5).
“Untuk saat ini Luke Thomas,” ujar Rosan kepada wartawan.
Luke Thomas Mahony diketahui merupakan warga negara Australia yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur PT Vale Indonesia.
Rosan menjelaskan, pemerintah saat ini masih dalam tahap memperkuat tim manajemen PT DSI sebelum mengumumkan secara resmi susunan lengkap direksi perusahaan tersebut.
Menurut dia, penentuan jajaran pimpinan dilakukan berdasarkan rekam jejak dan kemampuan profesional masing-masing kandidat.
“Bisa dilihat track record-nya apa, kemampuannya jelas gitu, seperti kita bentuk Danantara dulu,” tuturnya.
Selain itu, Rosan mengungkapkan pihaknya juga tengah melakukan sosialisasi sekaligus menyerap masukan dari berbagai asosiasi pengusaha terkait pembentukan PT DSI.
Beberapa pihak yang diajak berdiskusi antara lain asosiasi kelapa sawit, batu bara, ferro alloy, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), hingga Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
“Tadi meeting, nanti kita mau ini dulu, mendengarkan masukan. Nanti sore juga dari semua asosiasi, Kadin, Apindo, asosiasi sawit, APBI, batu bara semua. Kita juga sekaligus sosialisasi, jadi kita mulai jam 4 sore,” kata Rosan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5), mengumumkan pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam.
Melalui aturan tersebut, pemerintah menunjuk badan usaha milik negara (BUMN) sebagai eksportir tunggal sejumlah komoditas strategis, mulai dari minyak kelapa sawit, batu bara, hingga paduan besi atau ferro alloy.
“Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy), kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pengekspor tunggal,” ujar Presiden Prabowo pada Rabu (20/5).






