Inflasi Mei 2026 Terkendali di 3,08 Persen, BI Optimistis Tetap Sesuai Target hingga 2027

pedagang cabai
Seorang pedagang cabai sedang melayani seorang pembeli. Harga cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi di tanah air. Foto: Vino Syahputra/RISKS.ID

RISKS.ID – Bank Indonesia (BI) memastikan inflasi nasional masih berada dalam jalur yang terkendali. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen secara tahunan atau masih berada dalam rentang sasaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral serta kuatnya sinergi pengendalian inflasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Bacaan Lainnya

“Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasaran mencerminkan efektivitas kebijakan moneter yang konsisten serta sinergi pengendalian inflasi yang terus diperkuat,” kata Ramdan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/6).

Menurut dia, BI bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Selain itu, berbagai langkah penguatan Program Ketahanan Pangan Nasional juga terus dilakukan guna menjaga stabilitas harga dan pasokan komoditas strategis.

Ramdan menyampaikan BI optimistis inflasi akan tetap terkendali dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen atau berada pada rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen sepanjang 2026 dan 2027.

Berdasarkan rilis BPS, inflasi IHK pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,28 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Sementara secara tahunan atau year on year (yoy), inflasi mencapai 3,08 persen.

Dari sisi komponen inti, inflasi pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,22 persen secara bulanan, sedikit lebih rendah dibandingkan April 2026 yang mencapai 0,23 persen.

Perkembangan inflasi inti terutama dipengaruhi kenaikan harga minyak goreng di tengah ekspektasi inflasi masyarakat yang tetap terjaga.

Secara tahunan, inflasi inti mencapai 2,59 persen, meningkat dibandingkan April 2026 yang berada di level 2,44 persen.

Sementara itu, kelompok volatile food atau komponen harga pangan bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,22 persen secara bulanan. Angka tersebut berbalik dari kondisi bulan sebelumnya yang mencatat deflasi sebesar 0,88 persen.

Kenaikan harga pangan terutama dipicu oleh komoditas cabai merah, bawang merah, tomat, dan beras. Kondisi tersebut terjadi akibat berkurangnya pasokan karena gangguan produksi yang dipicu cuaca ekstrem serta berakhirnya musim panen raya.

Di saat yang sama, permintaan masyarakat meningkat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha.

Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat sebesar 6,24 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang sebesar 3,37 persen.

Meski demikian, BI meyakini inflasi pangan tetap dapat dikendalikan melalui penguatan sinergi bersama TPIP dan TPID serta implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Adapun kelompok administered prices atau harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,52 persen secara bulanan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,69 persen.

Inflasi kelompok ini terutama disumbang oleh kenaikan harga bahan bakar rumah tangga, bensin, dan tarif angkutan udara.

Menurut BI, kenaikan tersebut terjadi seiring penyesuaian harga LPG nonsubsidi, bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, serta avtur yang terdampak kenaikan harga energi global.

Secara tahunan, inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 2,07 persen, lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang berada di level 1,53 persen.

BI menegaskan akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang telah ditetapkan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *