Laba Melonjak 304 Persen, Bank Aladin Syariah Catat Kinerja Gemilang Sepanjang 2025

bank aladin
Seseorang sedang membuka aplikasi Bank Aladin di sebuah ponsel. Foto: Vino Syahputra/RISKS.ID

RISKS.ID – Emiten bank syariah digital, PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), sukses membukukan kinerja keuangan yang impresif sepanjang tahun buku 2025. Tidak tanggung-tanggung, perseroan berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 150,7 miliar, atau melonjak tajam hingga 304,48 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi, mengungkapkan bahwa lompatan performa yang signifikan ini didorong oleh konsistensi perusahaan dalam melakukan inovasi.

Bacaan Lainnya

“Bank Aladin Syariah mencatatkan kinerja yang positif di tahun 2025. Hal ini sejalan dengan pengembangan produk dan layanan, serta penguatan sistem digital yang mendukung kemudahan akses perbankan bagi para nasabah,” ujar Koko dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Bank Aladin Syariah juga melaporkan lonjakan total aset yang kini menembus Rp 14,4 triliun. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 53,89 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Prestasi ini juga diikuti oleh melesatnya penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 10,4 triliun, atau meroket 92,18 persen yoy. Sementara dari sisi intermediasi, penyaluran pembiayaan tumbuh sebesar 9,58 persen yoy menjadi Rp 5,2 triliun dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang sangat sehat di level 49,3 persen.

Berkat penetrasi pasar yang agresif, basis nasabah Bank Aladin Syariah hingga akhir 2025 kini telah menyentuh angka 3,7 juta pengguna, tumbuh 12,1 persen secara tahunan.

Koko menegaskan, ke depan perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat posisinya sebagai pionir bank syariah digital di tanah air melalui inovasi layanan dan perluasan kolaborasi ekosistem strategis.

“Kami percaya bahwa perluasan akses layanan keuangan syariah melalui inovasi digital dan kolaborasi ekosistem dapat menjadi bagian penting dalam mendorong inklusi keuangan syariah serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan di Indonesia,” tambahnya.

Dia menjelaskan bahwa salah satu kunci utama pertumbuhan perseroan adalah penerapan strategi offline-to-online (O2O) melalui sinergi dengan berbagai mitra kakap. Salah satu kolaborasi paling berdampak dilakukan bersama Alfa Group yang memiliki jaringan lebih dari 23 ribu minimarket di seluruh Indonesia.

Selain Alfa Group, Bank Aladin Syariah juga sukses memperluas gurita kerja samanya dengan berbagai mitra strategis, mulai dari Flip, Mekari, Persis Solo, Muhammadiyah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bahkan, pada 2025, bank ini resmi ditunjuk oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH).

Target Ambisius Menatap 2026

Memasuki tahun 2026, Bank Aladin Syariah tidak mengendurkan targetnya. Perseroan membidik penguatan kerja sama dengan mitra bisnis potensial baru serta ekspansi produk lewat aplikasi digital dan jaringan ATM BCA untuk layanan tarik tunai tanpa kartu (cardless).

Strategi pertumbuhan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) juga akan dioptimalkan. Langkah ini ditempuh melalui akuisisi pendanaan organik, integrasi ekosistem, hingga optimalisasi kategori nasabah Aladin Premier yang membidik segmen ritel menengah ke atas (affluent segment).

Sinyal positif kelanjutan tren ini sudah mulai terlihat di awal tahun. Pada kuartal I-2026, Bank Aladin Syariah tercatat berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 23,3 miar. Guna menjaga pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, manajemen menegaskan akan terus memperkokoh infrastruktur teknologi informasi (TI), tata kelola perusahaan (corporate governance), serta kualitas SDM.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *