Oleh: JOKO INTARTO
Diabetesi
KETIKA kulit terasa gatal, tubuh Anda sedang mengirim sinyal tanda bahaya: Bisa jadi, gula darah Anda bermasalah!
Banyak orang menganggap gatal pada kaki hanyalah masalah kulit biasa: digigit serangga, alergi, atau kulit kering. Tinggal digaruk, beres.
Namun pengalaman seorang teman mengajarkan hal yang berbeda.
Setelah sekitar enam bulan tidak bertemu, saya terkejut melihat kedua mata kakinya berubah warna menjadi hitam pekat. Kulitnya tampak menebal, kasar, dan sebagian mengelupas.
“Sakit?” tanya saya.
“Nggak. Awalnya cuma gatal,” jawabnya santai.
Menurut pengakuannya, rasa gatal itu sudah berlangsung cukup lama. Karena terus-menerus digaruk, kulit menjadi lecet. Lalu jadilah borok kecil. Lama-kelamaan terjadi infeksi. Kulit semakin tebal dan warnanya berubah menjadi kehitaman.
“Kamu diabetes, ya?” tanya saya.
Untuk memastikan, saya mengajaknya memeriksa gula darah sewaktu di apotek terdekat. Hasilnya: 166 mg/dL.
Angka tersebut memang belum cukup untuk menegakkan diagnosis diabetes tanpa pemeriksaan lanjutan. Namun hasil itu cukup menjadi alarm bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan lebih serius.
Peristiwa itu mengingatkan saya bahwa rasa gatal yang tampaknya sepele ternyata bisa menjadi petunjuk penting dari tubuh.
Mengapa Diabetes Bisa Menyebabkan Kulit Gatal?
Banyak orang mengenal diabetes hanya sebagai penyakit gula darah tinggi.
Padahal dampaknya jauh lebih luas.
Ketika kadar gula darah terus-menerus tinggi, berbagai jaringan tubuh mulai terganggu, termasuk kulit. Kulit merupakan organ terbesar tubuh manusia. Ia memiliki jutaan pembuluh darah kecil dan ujung saraf yang sangat sensitif terhadap perubahan metabolisme.
Pada penderita diabetes, beberapa hal dapat terjadi sekaligus:
1. Kulit menjadi lebih kering. Gula darah tinggi membuat tubuh lebih sering buang air kecil. Akibatnya tubuh kehilangan banyak cairan.
Ketika tubuh kekurangan cairan, kulit ikut menjadi kering.
Kulit yang kering lebih mudah terasa gatal.
2. Saraf mulai mengalami gangguan. Diabetes yang tidak terkontrol dapat merusak saraf-saraf kecil, suatu kondisi yang dikenal sebagai neuropati diabetik. Saraf yang terganggu kadang memunculkan sensasi aneh seperti gatal, kesemutan, Rasa terbakar, dan rasa seperti tertusuk-tusuk. Banyak penderita mengira itu hanya gangguan biasa, padahal penyebabnya bisa berasal dari kerusakan saraf akibat diabetes.
3. Jamur dan bakteri lebih mudah berkembang. Kadar gula yang tinggi menciptakan lingkungan yang disukai mikroorganisme. Akibatnya penderita diabetes lebih rentan mengalami infeksi jamur, infeksi bakteri, dan peradangan kulit. Kondisi ini sering menimbulkan rasa gatal yang berkepanjangan.
Mengapa Bisa Membuat Kulit Menghitam?
Ini bagian yang menarik.
Kulit sebenarnya memiliki mekanisme pertahanan alami. Ketika kulit mengalami gesekan, iritasi, atau garukan berulang kali, tubuh merespons dengan meningkatkan produksi pigmen melanin.
Melanin adalah zat yang memberi warna pada kulit. Akibatnya area yang sering digaruk perlahan berubah menjadi lebih gelap dibandingkan kulit di sekitarnya.
Semakin lama peradangan berlangsung, semakin gelap warna yang muncul. Namun bukan hanya itu. Garukan yang terus-menerus juga memicu kulit menjadi lebih tebal dan kasar. Kondisi ini disebut lichenifikasi.
Karena itulah pada sebagian orang yang mengalami gatal kronis, kulit tampak menghitam, menebal, kasar dan ersisik. Persis seperti yang saya lihat pada teman tadi.
Lebih Berbahaya pada Diabetesi
Pada orang sehat, luka kecil biasanya cepat sembuh.
Pada penderita diabetes, ceritanya berbeda. Kadar gula darah yang tinggi dapat: menghambat fungsi sel kekebalan tubuh, mengganggu aliran darah ke jaringan, dan memperlambat pembentukan jaringan baru.
Akibatnya luka yang seharusnya sembuh dalam beberapa hari bisa berlangsung berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Setiap luka kecil menjadi pintu masuk bagi bakteri. Di sinilah masalah besar sering bermula.
Banyak kasus kaki diabetik yang berawal dari hal sederhana sepertiuka karena sepatu, kuku yang tumbuh karena salah cara memotongnya, atau hanya karena igitan serangga.
• Kulit pecah-pecah.
• Garukan akibat gatal.
Apakah semua kulit yang menghitam pasti diabetes? Tidak. Kulit menghitam dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain eksim kronis, dermatitis, infeksi jamur, gangguan pembuluh darah vena, cedera berulang, efek obat tertentu dan penyakit autoimun.
Jangan Anggap Remeh
Tubuh memang tidak bisa berteriak. Namun tubuh bisa memberi tanda. Rasa gatal yang berlangsung berhari-hari atau berminggu-minggu bisa menjadi salah satu bentuk “tanda” tersebut.
Jika kulit terasa gatal terus-menerus, jangan hanya fokus menghentikan rasa gatalnya.
Coba cari tahu penyebabnya.
Terutama jika:
• Gatal berlangsung lama.
• Muncul luka akibat garukan.
• Kulit berubah warna.
• Luka sulit sembuh.
• Ada riwayat diabetes dalam keluarga.
Bila tanda-tanda di atas Anda rasakan, periksalah gula darah.
Pemeriksaan sederhana yang hanya memerlukan setetes kecil darah itu mungkin bisa mengungkap masalah yang selama ini diam-diam berkembang di dalam tubuh.
Ingat, diabetes tidak datang dengan tanda yang mudah dikenali. Diabetes bisa datang sebagai rasa gatal kecil di mata kaki. Orang baru menyadari bahayanya ketika warna kulit sudah berubah menjadi hitam.(jto)






