Oleh: JOKO INTARTO
Diabetesi
MEMOTONG kuku adalah kegiatan sederhana yang hampir semua orang lakukan secara rutin. Namun, bagi penyandang diabetes (diabetesi), aktivitas yang tampak sepele ini tidak boleh dilakukan sembarangan.
Kesalahan kecil saat memotong kuku dapat berujung pada luka, infeksi, bahkan komplikasi serius yang sulit diobati.
Karena itu, diabetesi perlu memahami cara memotong kuku yang benar agar terhindar dari risiko luka maupun kondisi kuku tumbuh ke dalam (ingrown nail atau cantengan).
Bisa Menjadi Masalah Besar
Banyak diabetesi menganggap luka kecil di sekitar kuku sebagai hal biasa. Padahal, tidak sedikit kasus luka pada jari kaki yang bermula dari kebiasaan memotong kuku secara asal-asalan.
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah memotong kuku terlalu pendek atau menggunting bagian sudut kuku hingga melengkung ke dalam. Akibatnya, saat tumbuh kembali, kuku tidak bergerak lurus ke depan, melainkan menusuk jaringan kulit di sekitarnya.
Awalnya mungkin hanya terasa tidak nyaman. Namun lama-kelamaan, kuku yang menusuk kulit dapat menimbulkan nyeri hebat, peradangan, luka terbuka, hingga infeksi. Pada diabetesi, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah yang jauh lebih serius dibandingkan pada orang tanpa diabetes.
Diabetesi Harus Waspada
Kaki merupakan bagian tubuh yang paling rentan mengalami komplikasi pada penyandang diabetes. Setiap hari kaki bersentuhan dengan lantai, tanah, alas kaki, dan berbagai permukaan yang menjadi tempat berkembangnya kuman serta bakteri.
Selain itu, banyak diabetesi mengalami neuropati diabetik, yaitu gangguan saraf yang menyebabkan berkurangnya sensitivitas pada kaki. Akibatnya, luka kecil sering kali tidak disadari hingga kondisinya sudah memburuk.
Di sisi lain, gangguan aliran darah yang kerap menyertai diabetes membuat proses penyembuhan luka menjadi lebih lambat. Kombinasi antara luka, infeksi, dan penyembuhan yang terganggu inilah yang menjadikan masalah kuku pada diabetesi tidak boleh dianggap remeh.
Cara Aman Potong Kuku
Agar terhindar dari komplikasi, perhatikan beberapa langkah berikut saat memotong kuku:
Gunakan alat yang bersih dan steril.
Pastikan gunting atau pemotong kuku dalam keadaan bersih sebelum digunakan untuk mencegah masuknya kuman ke dalam kulit.
Potong kuku lurus, jangan melengkung.
Hindari menggunting bagian sudut kuku terlalu dalam. Bentuk potongan yang lurus membantu kuku tumbuh ke arah yang benar dan mengurangi risiko cantengan.
Jangan memotong terlalu pendek.
Sisakan sedikit bagian kuku di ujung jari. Kuku yang terlalu pendek lebih mudah melukai jaringan kulit di sekitarnya.
Lakukan dengan perlahan dan hati-hati. Jangan terburu-buru. Sedikit saja salah gerakan dapat menyebabkan kulit tergores atau terluka.
Periksa kaki secara rutin. Setelah memotong kuku, perhatikan apakah ada kemerahan, bengkak, nyeri, atau luka kecil di sekitar kuku. Jika ditemukan tanda-tanda tersebut, segera lakukan penanganan.
Jangan Anggap Sepele
Bagi diabetesi, merawat kuku bukan sekadar urusan kerapian, melainkan bagian penting dari perawatan kesehatan kaki. Luka kecil yang tampak tidak berbahaya dapat berkembang menjadi infeksi yang sulit disembuhkan jika tidak ditangani dengan benar.
Karena itu, biasakan memotong kuku dengan teknik yang tepat, menggunakan alat yang bersih, dan selalu memeriksa kondisi kaki secara berkala. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih besar di kemudian hari.(jto)






