RISKS.ID – BNI kembali menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip zero tolerance terhadap setiap bentuk fraud dan korupsi sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan seluruh aktivitas bisnis berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan bahwa budaya integritas merupakan fondasi yang telah melekat dalam perjalanan BNI sebagai bank nasional selama 80 tahun. Menurutnya, penerapan tata kelola yang baik bukan hanya menjadi kewajiban regulasi, tetapi juga bagian dari nilai dasar perusahaan. “Selama delapan dekade, BNI dibangun di atas fondasi kepercayaan. Penguatan tata kelola dan budaya integritas bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi bagian dari jati diri perseroan,” ujar Okki.
Dalam implementasinya, BNI menerapkan pendekatan menyeluruh untuk menangani setiap dugaan penyimpangan. Proses tersebut mencakup upaya pencegahan, deteksi dini, investigasi internal hingga pelaporan kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan indikasi pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Perseroan juga terus menyempurnakan sistem pengendalian internal melalui peningkatan mekanisme pengawasan dan penyempurnaan proses bisnis. Berbagai langkah tersebut dilakukan agar potensi risiko dapat diminimalkan sekaligus menciptakan operasional yang lebih aman bagi perusahaan maupun nasabah.
Selain memperkuat pengawasan, BNI memanfaatkan dukungan teknologi untuk meningkatkan kemampuan mendeteksi potensi fraud sejak tahap awal. Penggunaan sistem digital diharapkan mampu mempercepat identifikasi risiko sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat waktu.
Komitmen tersebut sejalan dengan arah transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara yang mendorong penerapan tata kelola perusahaan secara lebih kuat. Melalui semangat “Swadharma Bhakti Nagara”, yang menjadi tema peringatan HUT ke-80 BNI pada 5 Juli 2026, perseroan menegaskan tekadnya menjaga amanah masyarakat dan negara melalui pelayanan yang profesional dan bertanggung jawab.
BNI meyakini keberhasilan dalam mencegah fraud tidak hanya ditentukan oleh sistem maupun teknologi, tetapi juga bergantung pada kesadaran setiap pegawai untuk menjunjung tinggi integritas. Dengan memperkuat budaya kepatuhan, tata kelola, dan pengawasan secara berkelanjutan, BNI berharap dapat terus mempertahankan kepercayaan publik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkesinambungan.






