
SERPONG – Di tengah hiruk pikuk kondisi genting aksi demo DPR, tak menyurutkan langkah kami, tim Tangselxpress untuk berpartisipasi di acara APKASI Otonomi Expo (AOE) 2025 yang berlangsung pada 28-30 Agustus 2025 di ICE BSD, Tangsel melalui dukungan IMO Banten. Acara yang dihadiri oleh 416 Pemerintah Kabupaten se-Indonesia tersebut berlangsung aman, kondusif dan ramai pengunjung.
Kabupaten Tangerang sebagai tuan rumah dalam acara ini, menghadirkan stan bernuansa kayu yang didesain unik dan berbeda dari stan lainnya.
Banyaknya varian produk yang dipamerkan dalam stan Tangerang, cukup menarik perhatian sehingga membuat pengunjung penasaran untuk masuk dan melihat produk-produknya lebih jelas dan mendetail.
Termasuk saya, yang tergerak dan terpikat oleh beragam motif batik yang dipajang tepat di pintu masuk stan. Saat melangkahkan kaki ke dalam, mata saya langsung berkelana ke beberapa produk yang ditawarkan di sana. Ada makanan, baju batik, sepatu, tas dan aksesoris yang memiliki daya tarik tersendiri.
“Apakah semua ini hasil produksi UMKM?” saya bertanya. “Kami di stan Tangerang ini menjual produk gabungan dari IKM dan UMKM, ada yang hasil industri dan juga skala usaha kecil seperti rumahan,” ujar Widi Hatmoko, selaku Humas produk cat hasil industri di Tangerang.
Widi pun menjelaskan perbedaan produk IKM (Industri Kecil dan Menengah) yang berada di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan sedangkan UMKM merupakan binaan Dinas Koperasi.
“Produk industri skalanya lebih besar dan semua pabriknya ada di Tangerang, berbeda dengan UMKM yang skalanya lebih kecil dan bisa diproduksi rumahan,” jelasnya.
Seperti daerah lainnya, kata Widi, Tangerang juga memiliki motif khas batik yang banyak dicari dan diminati pengunjung selama di event AOE 2025, yakni motif Ayam Wareng dan Rambutan Parakan.

Kemudian, ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah kabupaten Tangerang bisa mempromosikan dan mengembangkan produk-produk IKM dan UMKM di Tangerang melalui dinas-dinas terkait.
“Semoga pemerintah dan dinas terkait bisa membantu mempromosikan produk-produk hasil industri maupun UMKM hingga meluas dan nasional,” ungkapnya.
Saya pun kembali melanjutkan berkeliling untuk melihat produk lainnya, seperti sepatu boots hasil industri lokal Tangerang yang dibanderol dengan kisaran Rp600.000-1.700.000.
Meski demikian, beberapa vest motif batik dengan harga Rp250.000-400.000 yang dipamerkan di stan Tangerang ini tetap menjadi daya tarik utama saya. Sukses selalu IKM dan UMKM Tangerang!

Artikel Dikenal sebagai Kota Seribu Industri, Tangerang Pamerkan Produk IKM dan UMKM di AOE 2025 pertama kali tampil pada tangselxpress.com.
tangselxpress.com






