Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melejit 11 Kali Lipat, Tembus Rp1,7 Triliun

bank muamalat
Pelayanan di Bank Muamalat. Foto: Bertuah

RISKS.ID – Kinerja pembiayaan emas syariah PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menunjukkan lonjakan signifikan pada awal 2026. Hingga akhir Maret, outstanding pembiayaan Solusi Emas Hijrah tercatat mencapai Rp1,7 triliun atau melesat lebih dari 11 kali lipat secara tahunan (year on year/yoy).

Tak hanya itu, jumlah rekening nasabah juga ikut melonjak drastis. Perseroan mencatat kenaikan hingga 274 persen (yoy) menjadi 12.061 rekening.

Bacaan Lainnya

Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, lonjakan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap pembiayaan emas, khususnya melalui skema cicilan.

“Capaian ini menunjukkan lonjakan minat nasabah terhadap pembiayaan logam mulia emas, khususnya lewat skema cicilan,” ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/4).

Dengan tren tersebut, dia menegaskan perseroan semakin agresif sekaligus optimistis mampu mencapai target pertumbuhan pembiayaan emas syariah sepanjang tahun ini.

Dia menjelaskan, peningkatan signifikan ini didorong perubahan perilaku nasabah. Jika sebelumnya lebih banyak menyimpan dana, kini masyarakat mulai mengakumulasi aset produktif, termasuk emas melalui skema angsuran.

Selain itu, emas dinilai semakin diminati sebagai instrumen investasi sekaligus aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Faktor lain yang turut mendorong pertumbuhan adalah percepatan digitalisasi layanan. Melalui aplikasi Muamalat DIN, proses pengajuan pembiayaan menjadi lebih cepat, praktis, dan fleksibel sehingga memperluas akses nasabah.

Meski tumbuh agresif, perseroan memastikan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Hingga akhir Maret 2026, kualitas pembiayaan Solusi Emas Hijrah tetap terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah di level nol persen.

Capaian ini menegaskan keberhasilan Bank Muamalat dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset.

Ke depan, prospek pembiayaan emas syariah dinilai masih sangat menjanjikan. Permintaan terhadap emas sebagai aset riil diperkirakan terus meningkat, terutama dari segmen ritel dan emerging middle class.

Di sisi lain, penetrasi pembiayaan emas di Indonesia masih relatif rendah, sehingga membuka ruang pertumbuhan yang besar.

Dengan basis nasabah ritel yang kuat, Bank Muamalat menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat ekosistem emas. Mulai dari mendorong digitalisasi melalui Muamalat DIN, hingga bundling dengan produk pembiayaan lain seperti haji, KPR iB Hijrah, dan Multiguna iB Hijrah.

Perseroan juga meningkatkan literasi investasi emas syariah kepada masyarakat serta menyiapkan perlindungan asuransi dan penguatan mitigasi risiko guna memberikan rasa aman bagi nasabah.

“Kami meyakini pembiayaan Solusi Emas Hijrah tetap menjadi salah satu pilar utama bisnis consumer Bank Muamalat di tengah potensi pasar yang masih sangat besar,” tegas Ricky.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *