RISKS.ID – Pemerintah melalui Danantara mulai mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Jakarta. Nilai investasi yang disiapkan mencapai sekitar 1 miliar dolar AS atau setara Rp17,3 triliun. Proyek ini ditargetkan menjadi solusi jangka panjang atas persoalan sampah ibu kota.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa kapasitas awal fasilitas dirancang mampu mengolah sekitar 8.000 ton sampah per hari. Namun, pemerintah mendorong peningkatan kapasitas agar dampaknya lebih signifikan terhadap penanganan sampah.
Menurut Rosan, kapasitas tersebut berpotensi ditingkatkan hingga 10.000 sampai 12.000 ton per hari. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang selama ini menampung sampah dalam jumlah besar.
Selain menangani sampah baru, proyek ini juga ditujukan untuk mengolah tumpukan sampah lama yang telah mengendap bertahun-tahun. Dengan kapasitas yang lebih besar, diharapkan proses pembersihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Kesepakatan kerja sama antara Danantara dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU). Dalam perjanjian tersebut, Pemprov DKI bertanggung jawab menyediakan pasokan sampah serta lahan untuk pembangunan fasilitas.
PSEL yang akan dibangun mengandalkan teknologi ramah lingkungan untuk mengubah sampah menjadi energi listrik. Konsep ini menjadi bagian dari strategi transisi energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
Tidak hanya Jakarta, pemerintah juga berencana memperluas proyek serupa ke berbagai daerah lain. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut sejumlah kota seperti Yogyakarta, Surabaya, Medan, hingga Bogor Raya akan masuk dalam tahap pengembangan berikutnya.
Jika terealisasi sesuai target, proyek ini berpotensi menjadi salah satu fasilitas pengolahan sampah terbesar di Asia Tenggara. Selain menyelesaikan persoalan sampah, inisiatif ini juga membuka peluang baru dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.






