
SUKABUMI– Usaha budidaya lele merupakan salah satu bidang agribisnis yang banyak digeluti masyarakat Indonesia. Ikan lele dikenal sebagai jenis ikan air tawar yang memiliki daya tahan tinggi, mudah dibudidayakan, serta memiliki permintaan pasar yang stabil. Dengan modal yang relatif kecil dan teknik pemeliharaan yang sederhana, budidaya lele bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan baik untuk skala rumahan maupun skala besar.
Alasan ini pula yang menginspirasi Muhammad Kurniawan Al Kautsar, mahasiswa semester 6 Universitas Bina Nusantara (Binus) Bandung menjalankan usaha budidaya lele.
“Saya melihat peluang bisnis ini sangat luas, dengan melihat rata-rata masyarakat yang menyukai ikan lele. Ini merupakan sebuah peluang untuk saya memilih bisnis budidaya ikan lele dengan adanya inovasi yang saya lakukan. Untuk waktu pembesaran juga dapat dibilang cukup cepat karena hanya membutuhkan waktu 2-3 bulan untuk panen, dibandingkan dengan budidaya ikan lain yang membutuhkan waktu lebih dari 3 bulan,” papar pria yang biasa disebut Ucal itu.

Ada beberapa tahapan yang harus disiapkan Kautsar untuk memulai, antara lain persiapan kolam, pemilihan bibit, pemberikan pakan, perawatan kolam, hingga sampai masa panen.
“Proses awal saya membeli 3.000 bibit ikan lele. Saya pilih bibit lele yang sehat, aktif bergerak, dan berukuran seragam. Sebaiknya, hindari bibit yang cacat atau lemah,” jelas Kautsar.
Untuk persiapan kolam, Kautsar juga memiliki trik khusus. Dia menyarankan untuk memilih lokasi dengan sumber air yang cukup.
“Gunakan kolam terpal, semen, atau tanah sesuai kemampuan modal. Pastikan juga kolam bersih sebelum dimasukkan bibit,” ujarnya.
Untuk kali pertama panen, Kautsar mengaku belum mendapatkan hasil yang maksimal. Ada beberapa catatan penting terutama terkait pemberian pakan.
“Pada pembibitan pertama, saya tidak melakukan sortir dan pemberian pakan telat. Alhasil ikan lele mengalami kematian sekitar 25 persen. Untungnya ikan lele masih dapat melakukan pembibitan kembali. Sebuah kesalahan tetap bisa menghasilkan kesempurnaan. Saat melakukan pembibitan kembali, saya membeli alat sortir dan penjadwalan pemberian pakan kepada ikan dengan konsisten. Untuk sejauh ini pembesaran ikan lele berjalan dengan baik dan tidak terdapat kendala yang merugikan,” ungkap Kautsar.
Usaha budidaya lele ini, diakui Kautsar tak mudah namun tak juga sulit. Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Salah satu trik kesuksesan, Kautsar memilih proses pembudidayaan secara organik.
“Beberapa masyarakat yang berspektif bahwa ikan lele dibesarkan dengan pakan yang menggunakan kotoran sehingga membuatnya menjadi tidak bersih. Melihat hal tersebut saya berinovasi dengan membesarkan ikan lele dengan pelet yang dicampur pakan berupa sayuran, ayam dan vitamin sebagai kebutuhan nutrisi ikan lele. Hal ini menjadi inovasi unique selling pada bisnis ikan lele yaitu lele organik yang belum ada di pasar,” ujarnya.
Saat ini, budidaya lele yang diberi nama Budidaya Ikan Lele Nusantara berlokasi di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat. Ke depannya, Kautsar menargetkan pembesaran 10.000 ekor ikan lele dengan menambah bibit ikan lele lebih banyak setelah melakukan panen.
“Jika hal ini dilakukan terus menerus maka target 10.000 bibit lele dapat tercapai,” harap Kautsar.
Artikel Budidaya Lele Organik jadi Peluang Bisnis Menjanjikan pertama kali tampil pada tangselxpress.com.
tangselxpress.com






