Tidak Ada Korban Jiwa, Kondisi Talaud Kondusif usai Diguncang Gempa M 7,1

gempa bumi

RISKS.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kondisi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut), tetap terkendali dan relatif kondusif usai diguncang gempa bumi bermagnitudo 7,1.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun luka berat akibat gempa tersebut. Meski demikian, sebagian warga masih mengalami trauma.

Bacaan Lainnya

“Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun luka berat akibat gempa tersebut. Sebagian warga memang masih mengalami trauma, namun situasi secara umum sudah kondusif,” kata Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (13/01/2026).

Dia memastikan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak secara bertahap mulai kembali normal. Berdasarkan pembaruan data BNPB hingga Minggu (11/1) pukul 13.00 WIB, gempa berdampak pada sekitar 12 kepala keluarga.

Selain itu, kerusakan material tercatat pada 12 unit rumah dan dua fasilitas kesehatan. Saat ini, seluruh data kerusakan masih dalam proses pendataan dan verifikasi di lapangan oleh petugas terkait.

Gempa bumi tersebut terjadi pada Sabtu (10/1) pukul 21.58 WIB. Pusat gempa berada di laut pada kedalaman 17 kilometer dengan koordinat 3,64 Lintang Utara dan 126,98 Bujur Timur.

Abdul menjelaskan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Namun, guncangan dirasakan cukup kuat selama sekitar 20 hingga 30 detik di Kecamatan Kabaruan, Damau, Melonguane, dan Salibabu.

Kuatnya guncangan sempat memicu kepanikan warga hingga berhamburan keluar rumah. BMKG juga mencatat adanya satu kali gempa susulan dengan magnitudo 4,6 setelah gempa utama.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.

“Aliran listrik yang sempat padam dilaporkan telah kembali normal,” kata Abdul menambahkan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, menghindari bangunan yang mengalami retak atau berpotensi roboh, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, maupun BPBD setempat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *