RISKS.ID – Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai langkah pemerintah menggandeng komunitas media baru sebagai mitra komunikasi publik merupakan upaya positif di tengah pesatnya perkembangan media digital. Menurutnya, pendekatan pembinaan diperlukan agar pelaku media baru dapat berkembang lebih profesional.
Amelia mengatakan kehadiran homeless media atau media digital independen kini memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap arus informasi di masyarakat. Karena itu, pemerintah dinilai perlu membuka ruang komunikasi dan edukasi bagi para pelaku media tersebut.
“Transformasi media digital memang tidak bisa dihindari. Pendekatan pembinaan menjadi langkah yang baik agar mereka memahami standar profesional dalam menyampaikan informasi kepada publik,” kata Amelia.
Meski mendukung langkah tersebut, Amelia mengingatkan pentingnya pengawasan agar tidak terjadi konflik kepentingan maupun penyalahgunaan pengaruh di ruang digital. Ia menilai semua pihak yang terlibat dalam penyebaran informasi publik tetap harus memiliki tanggung jawab yang jelas.
Menurutnya, perkembangan homeless media saat ini memiliki kemiripan dengan fenomena jurnalisme warga yang sempat berkembang beberapa tahun lalu. Bedanya, kekuatan distribusi informasi melalui media sosial kini jauh lebih besar dan mampu membentuk opini publik secara cepat.
“Pengaruh mereka terhadap masyarakat cukup signifikan. Karena itu, perlu ada keseimbangan antara kebebasan berekspresi dengan tanggung jawab publik,” ujarnya.
Amelia juga menyoroti masih banyak media digital yang belum memiliki struktur redaksi, sistem verifikasi berita, maupun pedoman etik yang memadai. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik digital.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi komunikasi berjalan lebih cepat dibanding penyesuaian regulasi. DPR, lanjut Amelia, terus mendorong pembaruan kebijakan agar dapat mengikuti dinamika media digital tanpa membatasi kreativitas dan kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.






