Novel Pendek Jalan Stasiun Banjir Pujian, Pembaca: Bikin Lanjutannya Dong!

novel jalan stasiun
Ilustrasi by Chaterine G Peter/RISKS.ID

RISKS.ID –Novel pendek Jalan Stasiun yang tayang perdana di RISKS.ID telah memasuki episode terakhir. Cerita dengan seting Jalan Stasiun Kota Kediri ini hanya delapan episode.

Jujur, Redaksi cukup kaget dengan animo pembaca yang sebagian besar berasal dari Kota Kediri. Meski pembaca ada yang terdeteksi dari Jakarta, Bandung, Malang, Surabaya, Sorong, Jayapura, Medan dan bahkan luar negeri seperti Taiwan, Malaysia, Singapura dan Timur Tengah.

Bacaan Lainnya

Beragam komentar masuk ke meja Redaksi terkait cerita ini. Sebagian besar mengapresiasi cerita Jalan Stasiun yang ringan dan sarat pesan. Bahkan, di antara banyak pembaca mengaku penasaran dengan tokoh-tokohnya.

“Siapa sih Mariyani, jangan-jangan teman sekolahku,” tulis Nining Puji Rahayu penasaran.

“Kalau dalam bayangan saya, tokoh Wawan punya pesona yang luar biasa, hingga Mariyani jatuh hati,” tambah Nining.

Hal yang sama disampaikan Dedy Nurcahya. Karyawan Mandiri Taspen Papua itu berusaha menebak-nebak sosok Mariyani dalam cerita Jalan Stasiun.

“Kayaknya saya pernah bertemu Mariyani,” tulis Dedy setengah berkelakar.

Ifasari Ardiningtyas, pembaca lainnya mengaku ikut hanyut merasakan kesedihan, kegetiran dua tokoh utama dalam cerita itu, yaitu Wawan dan Mariyani.

Dua tokoh yang sama sama terpuruk dalam hidup dan berusaha bangkit. Keduanya saling menguatkan satu sama lain.

“Sedih banget ceritanya. Dadaku ikut sesak membacanya,” kata Ifa.

“Bagus banget cerita dan tulisannya, tapi terlalu singkat. Bikin lanjutannya dong,” tulis Siti Komariyah.

Mrs Andy, warga Pakelan Kota Kediri mengakui, novel pendek Jalan Stasiun memiliki alur cerita yang enak untuk diikuti.

“Saya terbawa ke memori masa kecil saya, karena saya pernah tinggal di sekitar Jalan Stasiun. Apalagi, di cerita itu, Wawan ngekos di sekitar Pakelan, tempat tinggal saya yang sekarang. Jadi, saya ikut terbawa emosinya,” kata Mrs Andy.

Komentar paling heboh datang dari Rinda. Warga Kota Malang ini hampir setiap hari memberikan penilaian tentang Mariyani dan Wawan.

Rinda mengaku menaruh perhatian besar kepada sosok Mariyani yang ditinggal pergi suaminya ke Kanada. “Hidup Mariyani pasti berat karena dia harus menjadi single mom bagi dua anaknya. Ini pasti tak mudah,” kata Rinda.

Rinda yang lahir dan besar di Kota Kediri itu mengaku takut dan khawatir untuk membaca edisi-edisi terakhir Jalan Stasiun.

Kenapa?

“Saya takut jika Mariyani kembali terluka. Wawan belajar sembuh, pun Mariyani juga demikian. Keduanya telah melewati masa-masa yang sangat berat dalam hidup mereka. Jangan sampai Mariyani kembali terluka, saya gak rela,” tulis Rinda.

Menurutnya, cerita Jalan Stasiun masih layak untuk diteruskan. Masih banyak misteri yang harus diungkap dalam cerita itu.

“Bener loh, ini cerita bagus banget. Aku tiap malam baca sebelum tidur, gak ada bosen-bosennya. Bahkan, ada berapa kalimat di novel itu yang aku pakai untuk status WhatsApp aku,” katanya.

Pengusaha properti Teguh Yulianto menilai, tokoh-tokoh yang muncul dalam novel pendek Jalan Stasiun sangat misterius. “Saya pengen kenalan dengan Deborah, yang menghancurkan hidup Wawan,” kata dia.

Meski banyak pujian, novel pendek ini tak luput dari kritik.  Koko Frans, penggemar novel panjang seperi Kho Ping Hoo ini menilai, novel Jalan Stasiun terlalu to the point. “Menurutku sih biasa saja, gimana ya,” tulis dia.

Hal yang sama disampaikan Putut. Staf DPRD Kota Kediri itu menilai novel pendek Jalan Stasiun kurang inspiratif.

“Menurut saya lebih bagus jika menulis perjuangan seseorang membangun bisnis dari nol hingga memiliki usaha banyak cabang,” katanya.

Penulis cerita Jalan Stasiun, Wahyu Sakti Awan yang juga pemimpin redaksi RISKS.ID mengucapkan terima kasih kepada seluruh pembaca. “Terima kasih, apresiasi pembaca sangat luar biasa. Saya jadi semangat untuk menulis novel  lainnya,” kata Wahyu.

Wahyu mengaku belum memutuskan apakah melanjutkan cerita ini atau tidak. Menurutnya, masih terlalu dini untuk membuat keputusan tentang novel pendek karya pertamanya itu.

“Semua masukan kita tampung. Kita lihat nanti, apakah cerita ini layak untuk dilanjutkan atau tidak,” kata dia.

Menurutnya, dia sudah menyiapkan cerita lainnya yang tidak kalah menarik. Setidaknya ada tiga cerita yang sudah ada di kepalanya. “Semuanya romansa,” kata Wahyu, yang juga asli Kota Kediri itu. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *