Oleh: JOKO INTARTO
SETELAH memasuki masa kerja empat minggu, tim eksekutif WakafMU akhirnya mengalami apa yang biasa disebut sebagai pecah telur.
Satu proyek pendayagunaan lahan wakaf di Jonggol, Kabupaten Bogor, berhasil menemukan mitra. WakafMU akan mempertemukan pengurus Muhammadiyah Cileungsi untuk bekerja sama dengan Nusaqu, perusahaan yang bergerak di bidang peternakan kambing.
Kepastian itu diperoleh Selasa (29/9/2026), setelah tim Nusaqu mengunjungi dua bidang lahan wakaf di Jonggol. Dari hasil asesmen, kedua lahan tersebut dinilai memenuhi syarat untuk budidaya rumput khusus yang akan digunakan sebagai pakan hijauan bagi peternakan kambing di Bogor.
Luas kedua lahan itu sebenarnya belum seberapa. Masing-masing hanya 4.000 meter persegi dan 8.000 meter persegi. Totalnya baru 1,2 hektare. Sementara kebutuhan lahan untuk program ini mencapai 20 hektare.
Muhammadiyah sebenarnya memiliki lahan wakaf seluas 50 hektare di Jonggol. Namun, berdasarkan hasil asesmen, lahan tersebut masih membutuhkan pengerjaan awal yang cukup berat, terutama pembukaan akses jalan dan land clearing.
Akhirnya, dua bidang lahan yang sudah siap itulah yang dipilih untuk memulai program.
Menurut Indra, kedua lahan tersebut akan dijadikan demplot atau lahan percontohan. Dari demplot inilah diharapkan muncul pemilik-pemilik lahan di sekitarnya yang tertarik ikut bekerja sama.
Bagi WakafMU, proyek ini menjadi langkah awal dari program yang lebih besar: menghidupkan kembali aset-aset wakaf Muhammadiyah yang selama ini belum produktif, khususnya di wilayah Jabodetabek.
Program itu mulai dijalankan sejak pekan kedua operasional WakafMU. Tim eksekutif turun langsung meninjau sejumlah aset wakaf di Jakarta Utara, Jakarta Timur, Depok, dan Bekasi Utara. Peninjauan ini sekaligus untuk mendata potensi ekonomi dan kesiapan pengurus Muhammadiyah setempat,
Setelah melihat kondisi lahan, tim kemudian menghubungi sejumlah pengusaha yang membutuhkan lahan untuk mengembangkan bisnisnya.
Dari beberapa pengusaha yang dihubungi, akhirnya ada satu yang merasa cocok. Jonggol menjadi proyek pertama.
Alhamdulillah. Akhirnya pecah telur.(jto)






