RISKS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif dengan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari Kamis, 5 November 2026.
Berdasarkan data statistik pasar, IHSG ditutup melesat 2,25 persen dan parkir di level 5.030,26 setelah sehari sebelumnya berada di posisi 4.919,76.
Aktivitas perdagangan sepanjang hari terpantau sangat dinamis dengan volume transaksi mencapai 22,90 miliar saham yang melibatkan 1,32 juta kali frekuensi.
Total nilai transaksi harian yang dicatatkan para pelaku pasar di bursa domestik menyentuh angka Rp9,98 triliun.
Lonjakan signifikan ini terjadi karena didukung oleh partisipasi aktif pasar, di mana sebanyak 440 saham tercatat mengalami penguatan.
Sementara itu, hanya ada 178 saham yang terkoreksi melemah dan 99 saham lainnya stagnan tanpa perubahan harga.
Seluruh indeks utama di dalam negeri bergerak serentak di zona hijau mengikuti penguatan IHSG.
Tercatat Indeks LQ45 menguat 2,48 persen ke posisi 513,64, Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,68 persen ke level 290,41, IDX30 meningkat 2,32 persen menjadi 289,14, serta indeks Sri-Kehati bertambah 2,10 persen ke level 273,07.
Tidak hanya indeks utama, seluruh sektor saham di bursa juga sukses menutup perdagangan di zona hijau tanpa terkecuali.
Sektor bahan baku memimpin kenaikan tertinggi sebesar 3,78 persen, disusul sektor industri yang menguat 2,81 persen, serta sektor non-siklikal yang menanjak 2,43 persen.
Penguatan juga dialami sektor keuangan sebesar 1,35 persen, sektor kesehatan 1,12 persen, sektor siklikal 1,06 persen, sektor properti 0,72 persen, sektor energi 0,38 persen, sektor infrastruktur 0,18 persen, sektor teknologi 0,17 persen, dan sektor transportasi ditutup naik tipis 0,05 persen.
Di tengah reli positif pasar, sejumlah emiten berhasil mencatatkan lonjakan harga tertinggi atau top gainers, di antaranya saham PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Sebaliknya, tekanan jual menempatkan saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) ke dalam daftar top losers.
Sementara itu, aktivitas perdagangan teraktif yang diukur berdasarkan frekuensi transaksi harian didominasi oleh saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT DMS Propertindo Tbk (KOTA).






