Kontrak Baru WIKA Sembilan Bulan 2026 Tembus Rp9,78 Triliun

WIKA. Foto istimewa/RISKS.ID

RISKS.ID – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membukukan lonjakan signifikan dalam perolehan kontrak baru hingga akhir September 2026.

Emiten konstruksi BUMN ini berhasil mengantongi nilai kontrak baru sebesar Rp9,78 triliun sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026.

Bacaan Lainnya

Capaian tersebut melesat 57,9 persen jika dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat senilai Rp6,20 triliun.

Sekretaris Perusahaan WIKA, Ngatemin, menjelaskan bahwa kenaikan positif ini mencerminkan tingginya kepercayaan pemilik proyek terhadap kualitas dan kredibilitas perseroan yang terus terjaga.

“Kami terus selektif dalam mengikuti tender dengan mengutamakan proyek yang memiliki sumber pendanaan jelas dan skema pembayaran yang sehat, sejalan dengan upaya penyehatan keuangan perseroan,” ujar Ngatemin dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Ditinjau dari lini usahanya, sektor industri penunjang konstruksi tampil sebagai kontributor paling dominan.

Lini ini menyumbang 36,3 persen terhadap total nilai perolehan kontrak baru WIKA.

Rincian kontribusi lini bisnis WIKA sepanjang sembilan bulan 2026:

  1. Industri Penunjang Konstruksi: 36,3 persen

  2. Infrastruktur dan Bangunan Gedung: 31,3 persen

  3. Energi dan Industrial Plant: 27,2 persen

  4. Properti dan Investasi: 5,2 persen

Sementara itu, berdasarkan pemberi kerja, proyek dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendominasi portofolio WIKA dengan porsi 49,5 persen.

Proyek pemerintah menyumbang 29,1 persen, dan pihak swasta berkontribusi sebesar 19,5 persen.

Saat ini, WIKA tengah aktif menggarap sejumlah proyek strategis nasional.

Beberapa di antaranya meliputi Jalan Bebas Hambatan Seksi 6B di Kalimantan Timur, perbaikan Jalan Nasional Sibolga–Padang Sidempuan, hingga pembangunan Sekolah Garuda di Kalimantan Utara.

Selain proyek pemerintah, WIKA juga memperkuat ekspansinya di sektor industri swasta.

Pada September 2026, perseroan memenangkan proyek peremajaan (revamping) fasilitas beam plant BP1 milik PT Garuda Yamato Steel (GYS) di Cikarang, Jawa Barat.

Dalam proyek swasta ini, WIKA bertanggung jawab atas pekerjaan fondasi dan struktur tungku pemanas ulang (reheating furnace).

Proyek revitalisasi ini ditargetkan rampung pada April 2027 guna meningkatkan kapasitas produksi baja GYS dari 400.000 ton menjadi 540.000 ton per tahun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *