RISKS.ID – Harga pangan kian bikin kepala panas. Cabai rawit merah tak mau kalah galak. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat, harga cabai rawit merah sudah tembus Rp73.950 per kilogram. Pedasnya bukan cuma di lidah, tapi juga di dompet!
Tak berhenti di situ. Telur ayam ras ikut-ikutan bikin rakyat meringis. Harganya nangkring di level Rp33.450 per kilogram. Sarapan sederhana pun makin terasa mahal.
Berdasarkan data PIHPS yang dipantau Sabtu (27/12) pukul 08.48 WIB, deretan bahan pokok lain juga belum ramah kantong. Bawang merah dijual Rp52.350 per kilogram, sementara bawang putih bertengger di harga Rp39.800 per kilogram. Mau masak, mikir dua kali.
Beras pun tak mau ketinggalan naik kelas. Beras kualitas bawah I dipatok Rp14.300 per kilogram, kualitas bawah II Rp14.850 per kilogram. Untuk kelas menengah, beras medium I di harga Rp15.700 per kilogram dan medium II Rp15.400 per kilogram.
Kelas sultan? Lebih bikin nyesek. Beras kualitas super I dijual Rp16.850 per kilogram, sedangkan super II Rp16.350 per kilogram.
Komoditas cabai lainnya juga ikut membara. Cabai merah besar tercatat Rp51.550 per kilogram, cabai merah keriting Rp50.650 per kilogram, dan cabai rawit hijau tembus Rp58.950 per kilogram. Lengkap sudah derita pecinta sambal.
Harga protein hewani juga tak bersahabat. Daging ayam ras dijual Rp44.950 per kilogram. Daging sapi kualitas I meroket di angka Rp140.750 per kilogram, sementara kualitas II masih mahal di Rp130.850 per kilogram.
Gula dan minyak goreng pun bikin dahi berkerut. Gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.100 per kilogram, gula pasir lokal Rp18.250 per kilogram. Minyak goreng curah dipatok Rp19.300 per liter, minyak goreng kemasan bermerek Rp23.000 per liter, dan kemasan bermerek II Rp21.750 per liter.
Harga-harga makin liar, sementara dompet rakyat makin tipis. Kalau begini terus, urusan dapur bukan lagi soal rasa, tapi soal bertahan hidup. Rakyat cuma bisa berharap, jangan sampai harga makin ngelunjak tanpa ampun.






